Jurusan Teknik Polije Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana Melalui Pelatihan dan Simulasi Tanggap Darurat Gempa Bumi
Jember – Dalam upaya memperkuat budaya keselamatan dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana di lingkungan kampus, Jurusan Teknik Politeknik Negeri Jember (Polije) menyelenggarakan Pelatihan dan Simulasi Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi pada Rabu (11/2/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang Jurusan Teknik dan area sekitar gedung perkuliahan ini diikuti oleh 50 peserta yang terdiri atas dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan Jurusan Teknik.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Jurusan Teknik dalam mewujudkan lingkungan kerja dan pembelajaran yang aman, tanggap, dan siap menghadapi kondisi darurat. Pelaksanaan kegiatan didampingi oleh tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember yang bertindak sebagai narasumber sekaligus fasilitator simulasi.
Acara diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Politeknik Negeri Jember, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Jurusan Teknik, Moch. Nuruddin, S.T., M.Si. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa keselamatan seluruh civitas akademika merupakan prioritas utama yang harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, kesiapsiagaan terhadap bencana tidak cukup hanya melalui penyediaan sarana dan prasarana, tetapi juga harus didukung oleh pemahaman, keterampilan, dan budaya keselamatan yang tertanam pada setiap individu di lingkungan kampus.
Beliau juga menyampaikan bahwa Jurusan Teknik memiliki berbagai aktivitas pembelajaran dan praktikum yang melibatkan laboratorium serta peralatan berisiko tinggi, sehingga diperlukan kesiapan seluruh dosen dan tenaga kependidikan dalam menghadapi situasi darurat. Melalui kegiatan pelatihan dan simulasi ini, diharapkan seluruh peserta mampu memahami prosedur keselamatan, jalur evakuasi, serta langkah-langkah yang harus dilakukan ketika terjadi gempa bumi.
Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Wakil Direktur II Politeknik Negeri Jember, Dr. Yossi Wibisono, S.TP., M.P., yang menyampaikan pentingnya penguatan sistem mitigasi bencana sebagai bagian dari tata kelola institusi yang profesional dan berkelanjutan.
Kegiatan ini dikoordinasikan oleh Qanitah, S.ST., M.T. selaku Person in Charge (PIC) kegiatan. Melalui koordinasi yang dilakukan bersama tim pelaksana, seluruh rangkaian pelatihan dan simulasi dapat terlaksana dengan baik. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi komitmen Jurusan Teknik dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sekaligus membangun budaya sadar bencana di lingkungan kampus.
Pada sesi materi, tim BPBD Kabupaten Jember memberikan pembekalan mengenai manajemen penanggulangan bencana gempa bumi, termasuk prosedur keselamatan diri menggunakan metode Drop, Cover, and Hold On, langkah-langkah evakuasi yang benar, serta pentingnya koordinasi dalam kondisi darurat. Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai berbagai potensi risiko yang dapat muncul di lingkungan perkuliahan dan laboratorium saat terjadi gempa bumi.
Selain penyampaian materi, peserta mengikuti simulasi pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Bencana Jurusan Teknik. Dalam sesi ini dijelaskan pentingnya keberadaan satgas sebagai ujung tombak koordinasi ketika terjadi keadaan darurat. Satgas bertugas mengarahkan proses evakuasi, melakukan pendataan, memberikan pertolongan pertama, serta memastikan seluruh prosedur keselamatan berjalan sesuai standar.

Puncak kegiatan ditandai dengan pelaksanaan simulasi tanggap darurat gempa bumi yang dipandu langsung oleh tim BPBD Kabupaten Jember. Melalui simulasi tersebut, peserta mempraktikkan langkah-langkah penyelamatan diri, proses evakuasi menuju titik kumpul, hingga mekanisme koordinasi antaranggota satgas. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan memberikan pengalaman nyata kepada peserta dalam menghadapi skenario bencana.
Melalui pelaksanaan pelatihan dan simulasi ini, Jurusan Teknik Politeknik Negeri Jember berharap seluruh dosen dan tenaga kependidikan semakin siap menghadapi potensi bencana serta mampu menjadi contoh dalam penerapan budaya keselamatan di lingkungan kampus. Kegiatan ini juga menjadi langkah strategis dalam mendukung terciptanya kampus yang aman, tangguh, dan resilien terhadap berbagai risiko bencana di masa mendatang.