Mahasiswa Jurusan Teknik Polije Ciptakan Mesin Surya untuk Ubah Limbah Plastik Jadi Filamen 3D Printing
Mahasiswa Politeknik Negeri Jember kembali menunjukkan kreativitasnya dengan menciptakan inovasi teknologi dalam ajang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Tim yang dipimpin oleh Umi Kulsum bersama Nuriyah Zulfa, Wira Adi Kusuma, Mohammad Anggi Setiawan, dan Muhamad Auriel Langit, serta didampingi dosen Risse Entikaria Rachmanita, S.Pd., M.Si., berhasil mengembangkan “SuryaTek Filamentator” — sebuah mesin yang mampu mengolah limbah plastik menjadi filamen 3D printing berbasis energi surya.
“Inovasi kami buat yakni mesin yang mampu mengubah limbah botol plastik jenis PET (Polyethylene Terephthalate) menjadi filamen untuk keperluan 3D printing, menggunakan energi surya sebagai sumber tenaga,” ujar Umi.
SuryaTek Filamentator dirancang sebagai solusi atas meningkatnya permasalahan sampah plastik PET yang menjadi salah satu sumber limbah lingkungan. Mesin ini menggunakan botol plastik bekas sebagai bahan baku dan memanfaatkan panel surya untuk sumber energinya, sehingga proses pengolahan lebih efisien dan ramah lingkungan.
Berbeda dengan metode konvensional yang sering membutuhkan pencacahan manual, mesin ini dilengkapi dengan elemen pemanas yang meratakan plastik secara otomatis sehingga menghasilkan filamen siap pakai untuk teknologi 3D printing. Keunggulan penggunaan energi surya juga mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.
Inovasi ini memiliki potensi ganda: mengurangi limbah plastik PET sekaligus menyediakan bahan baku 3D printing yang bernilai tambah dan lebih ramah lingkungan. Tim pencipta berharap bahwa SuryaTek Filamentator dapat dikembangkan lebih lanjut dan diproduksi dalam skala lebih luas, serta menginspirasi inovator lainnya untuk menciptakan teknologi berkelanjutan.