Mahasiswa Polije Ciptakan Inovasi Traktor Listrik Ramah Lingkungan untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan

Mahasiswa Politeknik Negeri Jember (Polije) berhasil mengembangkan traktor listrik ramah lingkungan sebagai salah satu inovasi teknologi untuk mendukung pertanian berkelanjutan. Inovasi ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam merancang solusi pertanian modern yang efisien, hemat energi, dan minim emisi gas buang.

Tim inovator ini terdiri dari Muhammad Nashrulloh, Bayu Sudaryanto, dan Yuliana Setyowati, yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Mereka dibimbing langsung oleh dosen Mochammad Irwan Nari, S.T., M.T., selama proses perancangan dan uji coba traktor listrik tersebut.

Menurut Muhammad Nashrulloh, ide pembuatan traktor listrik ini lahir dari kebutuhan nyata petani terhadap alat pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan dibandingkan mesin berbahan bakar fosil.

          “Kami melihat masih banyak petani yang menggunakan mesin diesel konvensional, yang selain boros bahan bakar juga menghasilkan emisi yang tinggi. Traktor listrik ini dibuat untuk mendukung pertanian modern yang bersih dan berkelanjutan,” ujar Nashrulloh.

Traktor listrik yang dikembangkan memanfaatkan motor listrik sebagai penggerak utama, serta baterai isi ulang (rechargeable) yang dapat dioperasikan tanpa emisi gas buang. Teknologi ini diharapkan mampu menjadi alternatif yang lebih ramah lingkungan sekaligus mengurangi biaya operasional bagi petani dalam jangka panjang.

Bayu Sudaryanto menjelaskan bahwa traktor ini telah melalui serangkaian pengujian fungsi untuk memastikan performa dan keandalannya di lahan pertanian.

          “Kami telah melakukan uji coba traktor ini di lapangan dan mendapatkan hasil yang menggembirakan. Traktor dapat bekerja dengan baik di berbagai kondisi tanah, serta memberikan tenaga yang stabil untuk pekerjaan pertanian,” kata Bayu.

Lebih lanjut, Yuliana Setyowati menambahkan bahwa komponen utama traktor listrik ini mudah didapatkan di pasar lokal, sehingga memudahkan perbaikan dan perawatan tanpa ketergantungan pada suku cadang impor.

           “Penting bagi kami agar inovasi ini tidak hanya efisien dan bersih, tetapi juga dapat dirawat dengan mudah oleh petani,” jelas Yuliana.

Dosen pembimbing, Mochammad Irwan Nari, menyatakan bahwa inovasi ini menunjukkan semangat mahasiswa dalam menerapkan ilmu teknologi terapan untuk kebutuhan masyarakat.

          “Pengembangan traktor listrik ini merupakan bukti nyata bahwa mahasiswa Polije mampu menciptakan solusi teknologi yang relevan dengan kebutuhan pertanian saat ini,” ujar Irwan.

Inovasi traktor listrik ini tidak hanya diharapkan memberikan manfaat langsung bagi petani, tetapi juga dapat menjadi langkah awal dalam memperluas penggunaan kendaraan listrik di sektor pertanian Indonesia secara berkelanjutan.

Informasi ini disadur dan dikembangkan dari Berita Resmi Mahasiswa Polije Ciptakan Inovasi Traktor Listrik Ramah Lingkungan Untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan di laman utama Polije.